Mempertahankan Sebuah Band Apabila Pecah


Kesalahpahaman, beda pendapat sering kali terjadi saat band sedang dalam tingkat popularitas (andai saja tidak terjadi) tapi jadikan hal tersebut sebuah pengalaman berharga untuk para personil. Balik lagi ke awal untuk membicarakan komitmen antar personil. Apa yang dituju saat terbentuknya sebuah band ? Namun, biasanya egoislah yang menang. Aku tidak bermaksud untuk mendiskriminasi satu pendapat, namun yang aku bicarakan ini sepahit-pahitnya apabila hal ini terjadi, sehingga solusi akan kita pecahkan bersama untuk bisa mendewasakan sebuah grup band yang kita bina.

Sebelumnya, kita harus observasi dan bertindak netral, jangan berpihak wlaupun salah satu dari mereka adalah sohib karib kita, kenali masing-masing personil apa yang mereka inginkan, solusi apa yang mereka sarankan dan lain sebagainya, pokonya biarkan isi hati mereka tercurahkan. Berlakulah layaknya seorang profesional dan kita akan menjadi profesional. Disini kita dituntut untuk bisa membaca situasi dan keinginan masing-masing personil. Kita tidak boleh cepat dalam mengambil keputusan karena segala keputusan yang kita mabil ada resikonya dan inilah situasi terbaik untuk membuktikan bahwa kita mampu.

Aku pribadi dalam memenej sebuah band tidak hanya sebatas bahwa satu band akan seperti itu selamanya (mungkin diantara kalian akan ada yang tidak setuju dengan cara ku ini) karena aku selalu memiliki cadangan dari setiap personil band (yang biasa kita sebut additional player). Aku bukan berarti pesimis dengan personil yang telah ditetapkan namun, aku selalu bertindak dengan segala rencana. Mungkin ini adalah kebiasaanku untuk selalu siap menghadapai segala kemungkinan yang ada.

Seperti yang pernah aku alami. Ternyata berbeda pendapat ditengah perjalanan yang saat itu sedang dalam tingkat popularitas sebuah band indie (cukup dikenal) namun sayang pecah begitu saja dan "mati" sudah band ini (karena satu atau dua orang dari 5 personil mengundukan diri dengan alasan yang tidak bisa aku jelaskan disini). Alhasil, bubar sudah. Begitu kecewa personil yang lain dengan keputusan sepihak tersebut, namun harus bagaimana lagi, kondisi saat itu band tersebut tidak memiliki sebuah manajer karena aku sendiri seorang player. Dengan pengalaman ini, aku berfikir untuk menutup kemungkinn hal terburuk yang sering terjadi dalam sebuah band dengan cara merekrut ad-player. Tentu saja yang kompeten. Ini bisa membuat kita sebagai manajer band cukup terbantu tanpa harus merencanakan sesuatu disaat genting.

Tetap bersikap profesional dan satukan kembali persepsi mereka kalau mereka sebuah band untuk maju bersama. Dan aku berharap perubahan formasi dalam sebuah band tidak terjadi sampai kapan pun juga, tapi yang namanya jodoh, masa depan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Waspada tetap harus kita lakukan untuk tidak mengecewakan orang lain. Karena sekali komit tetap komit !!! (kaya obat ya hahahaha)
Previous
Next Post »