Sebuah band terdiri dari 2 orang atau lebih. Aku akan membahas lebih dari dua orang karena konflik yang terjadi lebih kompleks. Cepat atau lambat sebuah band akan mengalami masa surut, entah jenuh dengan kegiatan latihan yang membosankan, jenuh dengan tampang-tampang serius tapi kece atau alasan apapun juga itu. Banyak yang bilang menjadi seorang musisi itu tidak jelas. Karena memang seperti itulah kenyataanya, terlebih lagi menjadi band indie yang pas-pasan dari segi skill atau dana. Bisa dibayangkan bukan, perjalanan yang panjang, menguras tenaga, membuang waktu dan meminjam uang hanya untuk latihan yang belum jelas akhirnya kemana. Tapi aku pribadi optimis aja karena ini adalah pilihan, dengan akhir yang baik atau buruk itu sebuah resiko yang harus kita jalankan.
Belum lama ini aku bertemu dengan seorang guru yang bijak, beliau mengatakan Indonesia saat ini menuju paham kapitalisme, dengan modal yang besar (duit) maka apapun yang diinginkan akan tercapai. Apakah ini mutlak ? mungkin bagi mereka yang menganut paham ini akan mengatakan iya dan pada kenyataannya memang iya. Tapi jangan terlalu dongkol dengan pernyataan tersebut, karena hukum alam yang akan menentukan, kualitaslah yang akan menang.
Aku cerita sedikit diatas untuk mengingatkan kembali dan evaluasi terhadap sebuah band, apakah memang ini jalannya, jangan kecewakan orang yang sudah mempercayakan kita untuk membawa mereka seperti yang diharapkan. Jangan mengumbar janji !!! Untuk itu kenali sifat mereka, apa yang mereka harapkan, sejauh mana mereka bisa memaklumi segala kegagalan cara memenej kita, sejauh mana skill bermain musik mereka, apa saja jadwal rutin mereka dikesehariannya, sekuat apa dana yang mereka miliki karena ngeband butuh modal untuk ongkos, latihan di studio, makan, dan lain-lain.
Ada yang mengeluh sekaligus memotivasi personil yang lainnya. Ia berkata "Jangan mau kalah dengan band yang sudah ada di tv, kualitas bermusik mereka yang seperti itu saja bisa sukses kenapa kita tidak" dan aku cuma mengatakan, mereka punya modal untuk tembus mayor label. Bagaimana cara tembus mayor label. Nanti kita bahas ya.
Setidaknya dengan pertemuan rutin yan terjadwal bisa saling lebih mengenal satu dengan yang lainnya bahwa mereka adalah tetap manusia biasa yang bersosial dan perlu dukungan dengan segala cara berfikirnya. Semoga pembahasan ini bisa membantu khususnya para manajer yang sedang merintis untuk membangun sebuah band indie. Caiyo !!