Rekaman sebuah lagu merupakan penghargaan dan kepuasan terbesar dari sebuah band. Karena dalam sebuah CD / DVD mereka bisa membuktikan sebuah kreatifitas seni musik. Kali ini aku akan berbagi pengalaman bagaimana perjalanan menuju dapur makan eh,,rekaman heheeh (jayuz dikit ah :P).
Hal yang diperhatikan sebelum menuju dapur rekaman, kita harus bisa memposisikan sebuah band itu akan dibawa kemana. Apakah sebatas indie (yang biasanya mereka person idealisme) atau komersil (duitnya keliatan hahaha...)
Persiapan lagu ciptaan minimal 3 lagu sempurna (udah mantebz deh pokonya) yang merupakan lagu hits. Lebih manteb lagi kalau punya 5 lagu bisa bikin mini album.
Dan penyusunan schedule per personil band. Ini diharapkan agar tidak terbentur waktu masing-masing personil yang apabila ada yang bekerja atau urusan bisnis (sok bener dah hahaha biar pro dikit lah)
Bagi mereka yang berani dan kreatif (khususnya inisiatif manajer > gw banget :P) rekaman ga harus dan selalu dilakukan di dapur rekaman. Bisa dikamar tidur, ruang tamu, ruang makan (biar gampang klo laper tinggal happp) asalkan jangan kamar mandi, karena itu bakal terasa menjijikan klo ada yang eeeeeaaaaa hahaha (rame sendiri ah) so, kita bisa gunakan MP4 yang nantinya bakal menghasilkan format "wav" dan ini bisa di convert kebentuk "MP3" yang merupakan standart internasional bagi kita (sok tau lagi gw haha) dengan menggunakan software Xillsoft yang bisa kalian dapatkan di om google dengan cara download gratisannn.
Nah biar suara yang dihasilkan mendekati "baik", usahakan agar cari rental studio untuk rekaman (studio musik yee jgn yang laen yang diatas gw bercanda lohhh) 3:4 m. Suara yang dihasilkan seperti live version saat di edit (lumayan tambahin suara tepuk tangan sebelum atau sesudah nyanyi seolah-olah kita sedang live event hwahahahaha..tapi manteb lohh serius aku.
Gunakan max 2 macam FX aja untuk kombinasi saat nge-jam, karena lebih dari itu, suara yang terekam kurang asik (maksa ya gw :P) misal : FX distorsi dan clean dan kombinasikan FX clean dengan yang lainnya.
Kalau aku pribadi selama ini menjalakan ukuran volume sebuah studio secara feeling aja, 1:2:1 (1 lebih kecil level volume master gitar ritem dari melodi : 3 lebih besar level volume master bass dari melodi dan ritem : 1 lebih besar volume melodi dari ritem) sebenernya sih itu urusan kuping masing-masing band aja yang penting enak dan inget untuk menyesuaikan dengan kemampuan si MP4 / 3 ya biar suara yang terekam ga noise.
Agar suara ga noise, aku tambah kain halus pada MP4 / 3 yang diletakkan di tengan studio musik agar perputaran dan pantulan dari suara yang dihasilkan lebih baik.
Ok, semoga bermanfaat dan tambah kreatif ya kalo pngen rekaman ga punya duit tapi bisa berkreaifitas dengan alat yang seadanya dan menghasilkan cukup baik dan layak untuk diperdengarkan kepada khalayak (cieeeee beuuhhhh dah asoy pinter kalian :)
Selamat berkreasi !!