Kebahagiaan

Diam sendiri di sepinya perasaan keluguan yang terus membunuh pendirian ini
Mati namun manis tuk hirup kehidupan sementara yang tak berprasaan, dingin, sunyi, senyap
Aku berdiri diantara kecerobohan dan semangat yang tak bermartabat
Kini, saat ku terus memegang teguh cinta semesta hanya untuk ketidakpastian
Apa sebenarnya yang diinginkan ? tak jelas dan terus berontak, mampus sudah raga ini tak berdaya
Mungkin, aku hanya manusia dengan intelegensi standar yang coba menerobos kemustahillan dunia, gilakah itu ? maaf, karena aku punya tujuan

Waktu berlalu tak terasa aku sudah mati, jiwa ini yang meneruskan perjuangan panjang sang manusia ketidakpastian. Apakah hanya sebuah roh gentayangan ?
Aku .... akan terus membinasakan kebengisan dan cita rasa maruk dalam keabadian sejenak
Karena aku tak mampu lagi meluapkan perasaan sementara ini hingga aku bahagia di akhirat nanti
Previous
Next Post »