Komunitas indie, apakah itu tergabung dalam underground, punk dan sebagainya, acapkali dianggap sebagai sebuah komunitas yang menolak kemapanan dan borjuasi golongan elite. Tidak dapat dipungkiri, meskipun komunitas ini dianggap sebagai komunitas pinggiran, namun mereka terus berkembang. Sebagai salah satu bentuk dari perlawanan terhadap mainstream pop, komunitas ini membentuk identitas dan mengembangkan solidaritas mereka sendiri. Mereka menolak segala bentuk ideologi populer dengan menciptakan sebuah komunitas yang melepaskan diri dari jerat budaya pop. Meskipun terkesan eksklusif, komunitas ini memiliki keanggotaan yang terbuka dan umumnya tidak terorganisir. Hal ini pula lah yang menyebabkan komunitas indie tersebar di berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta dan Surabaya, namun tersebar di berbagai kota di Indonesia. Meskipun di satu daerah dengan daerah lain memiliki perbedaan atribut, namun hal tersebut tidak lah bersifat fundamental. Perkembangan distro, genre musik underground, punk hingga berkembangnya indie label merupakan gambaran betapa komunitas ini telah begitu berkembang. Tidak mengherankan, jika berkembangnya komunitas ini merupakan gambaran betapa perlawanan terhadap mainstream budaya pop tetap berlangsung hingga saat ini.
Oleh : Khaerul Umam Noer (http://www.fisip.ui.ac.id/antropologi/panel7-3.htm)